Bedah lagu: The One - Malik n d’essentials
Friday, December 22nd, 2006Mengapa Malik n D’Essentials hanyalah salah satu dari sekian banyak reinkarnasi baru dari aliran acid jazz and contemporary r&b?
Mendengar alunan lagu the one yang groovy, tidak pelak gw ingin menulis mengenai band malik dan hubungannya dengan musik hitam amerika yang benang merahnya terlalu pekat untuk gw abaikan begitu saja. begitu kuat kemiripan2nya ini sehingga perasaan bangga muncul di sanubari gw - bangga karena interpretasi mereka yang sangat baik terhadap aliran besar ini sehingga menurut gw dapat mewakili indonesia dengan baik dalam kancah permusikan kulit hitam amerika.
Walau begitu, kemiripan yang menonjol juga menimbulkan sedikit ketidakpuasan, yaitu ketidakpuasan karena tidak muncul suatu ciri yang benar2 unik yang dapat membedakannya dengan musik kulit hitam amerika tersebut. kemampuan interpretasi yang baik seolah menuntut gw untuk menuntut lebih banyak lagi terhadap band malik, untuk tidak saja menginterpretasi dengan diblok mati, tapi juga mensintesa sendiri elemen baru yang, jika tidak berbau indonesia-isme, setidaknya berbau malik-isme lah.
Untuk menunjukkan poin gw ini bahwa malik hanyalah, istilahnya, "pour old wine into new bottles", atau konkretnya menawarkan musik yang tidak baru dalam kemasan band yang baru, kita harus mendekonstruksi lagu ini sedikit demi sedikit sehingga komponennya terlihat. mari kita mulai dari vokal.
Vokal dalam soul memegang peranan yang mendasar sekali. jika tidak karena vokal, istilah musik soul itu sendiri mungkin tidak pernah ada. vokal menjadi penentu dasar apakah sebuah lagu itu soulful atau tidak. karakter suara manusia yang begitu unik yang tidak dapat digantikan oleh elemen alat musik lain, ekspresif, dan dicerna secara niskaya, membuat alunan vokal berhubungan dengan perasaan manusia secara metafisis yang tidak dapat dibayangkan.
Malik memiliki vokal yang soulful. artinya, gaya menyanyi malik mengingatkan kita pada romantisme dan manerisme pelantun2 soul legendaris seperti al green, marvin gaye, otis redding, dll. gaya2 bernyanyi legenda2 ini mewakili suatu perasaan dimana seseorang bernyanyi dengan ketulusan yang demikian dalam terhadap apa yang dia ungkapkan dan oleh sebabnya seolah2 menandakan bahwa ia "really really mean what he/she said". hasilnya adalah kontrol vokal yang luar biasa. kelembutan, ketegaran, melankolia, kemarahan, pengharapan, pensyukuran adalah rasa2 yang bs muncul akibat gaya bernyanyi seperti demikian. satu benang merahnya, kesemua rasa2 ini langsung maupun tidak langsung, jauh ataupun dekat, pada akhirnya berhubungan dengan rasa cinta, karena biasanya hanya rasa cintalah yang mampu memicu manusia untuk menimbulkan rasa2 lainnya seperti diatas. intimisme antara soul dan cinta ini yang kerap dirasakan secara bawah sadar oleh pendengar ketika mendengar musik soul. ketika mendengarnya, ada rasa familiaritas yang tidak terkatakan, karena memang cinta itu ada di kehidupan kita setiap harinya. ketika kita berbicara bahwa seseorang menyanyi dengan soulful, selain kita dalam hati mengakui bahwa ia bernyanyi dengan kontrol vokal yang baik dengan ketulusan yang tinggi, kita juga bawah sadar mengakui mengalami asosiasi pribadi dengan elemen cinta yang mengalir dalam alunan suaranya.
Acid jazz mengadopsi tidak saja soul, namun juga hip hop, dan juga jazz. contemporary r&b adalah soul lama a la marvin gaye yang dibalut dalam gaya produksi baru yang mengutamakan kemulusan suara2 instrumen dan aransemen produksi. dalam soul lama, dikenal teknik vokal group atau gospel choir yang memanfaatkan adanya suara2 pendukung yang dihasilkan backing vocal. aransemen yang dipilih malik, baik hubungannya disengaja ataupun tidak, mengadopsi penggunaan backing vocal seperti demikian juga. hasilnya adalah vokal2 yang rich, harmonius, dan gospel-esque. walau resultannya mengesankan, namun, secara aransemen dan music directing, tidak ada yang istimewa disini.
Sekarang bergerak ke rhythm section dan apa yang dilakukan malik disitu. dua elemen mendasarnya, drum dan bass, benar2 "bermain" dalam lagu ini. emphasis pada drum dan bass yang menghasilkan komposisi rhytm yang ritmis dan energetik mengindikasikan sisi dance yang ingin dimunculkan oleh malik.
Ada banyak jenis dance. dari rock and rollnya elvis, funknya george clinton, sampe trance-nya tiesto bs disebut dance. bahkan sebenarnya dance sendiri begitu mengakar di musik sampai ke level yang orang tidak sadari sebelumnya. dance sebenarnya erat kaitannya dengan musik jika kita menyadari bahwa dari jaman dahulu kala orang membuat musik banyak untuk dance. sifat dance yang meliberasikan adalah alasannya. dance dapat membebaskan seseorang, walau mungkin hanya untuk sementara, dari kondisi terbeban atau kejemuan yang mewarnai kesehariannya. jadi dance sangat fundamental di musik. apa tandanya? ritmis adalah tandanya. sebuah musik yang ritmis hampir selalu bs untuk dance, pada tempo berapapun! tentunya sang penari ketika dance harus mengikuti temponya supaya tidak offbeat. ketika kita bertanya bagaimana musik ritmis diciptakan, jawabannya sederhana, yakni dari alat2 musik perkusi yang tidak lain dari drum, yang dalam permainannya biasanya diiringi dengan bass.
Permainan drum yang dijunjung malik, mengingatkan kita pada permainan drum funk yang cenderung ditengahnya memiliki break. break2 ini menghasilkan rhythm yang funky, attack2 drum yang memikat dengan timing yang handal, dan menggubah kekreativitasan drummer dalam mengisi improvisasi drum namun tetap dalam konteks tempo ketukan dasar. hasilnya adalah pendengar yang melakukan dua hal sekaligus: terbawa pada ritmis dasar konstannya untuk dance; dan sekaligus atensi pada permainan drummer yang dinamis dan improvisatoris. dengan kata lain, pendengar terdesak oleh dua daya, yang bercampur biasanya menjadi suatu perasaan mixed yang enak sekali dan sulit dikatakan. tidak heran jika funk adalah alternatif gaya musik bagi para pecinta musik jazz yang spontan dan penuh improvisasi namun ingin yang lebih dance-y. konsep yang "dance-y namun jazzy" inilah yang kerap diadopsi drummer2 soul ketika mengevolusi musik soul klasik menjadi genre2 baru seperti urban, new jack swing, contemporary r&b, dan tentunya acid jazz. tidak kalah juga dengan pengaruh jazz-nya, unsur rock juga berpengaruh pada munculnya drumming gaya funk. walau tidak berkontribusi dengan attack2 yang spontan, namun rock drumming berkontribusi pada pemberian ketukan steady 4/4 pada funk. ketukan steady yang umum ini memberikan assurance pada pendengar bahwa ritmis akan konstan walaupun didalamnya kejutan2 bisa terjadi. ritmis konstan ini penting untuk diyakini pendengar karena ia adalah dasar untuk dance. kita tidak ingin berdansa mengikuti musik yang ritmis dasarnya senantiasa berubah2 bukan? rhythm funk yang dimanfaatkan malik untuk track ini diadaptasi untuk lagu balada soul yang bertempo lambat. Hasilnya mirip interpretasi drum funk di lagu2 balada soul milik jamiroquai, eric gadd, maxwell, d’angelo, atau band2 legendaris funk soul seperti earth wind & fire, real thing, kool & the gang, dan heatwave.
Setelah rhytym section drum sudah kita bahas, sekarang saatnya masuk kedalam areal melodic instrumentnya. Melodic instrument pertama yang akan kita bahas adalah bass, karena erat kaitannya dengan drum yang barusan sudah dibahas. bass bersamaan dengan drum membentuk satu unit powerhouse suatu band yang menjadi nyawa suatu band. ibaratnya mereka adalah denyut jantung yang memompa darah pada band. seperti jantung, band dengan degup yang kencang maupun yang lemah, mempengaruhi bagaimana band bekerja dan bagaimana band menghasilkan mood bagi penonton. bass yang rutin dan drum yang ritmis menghasilkan lagu yang tegas dan kuat seperti lagu2 rock dan turunan2nya. bass yang playful dan drum yang spontan menghasilkan lagu yang tak terduga, menggelitik telinga dan biasanya menuntut perhatian yang lebih besar - ini biasanya ada di jazz dan funk dan turunan2nya. jika bass saja atau drum saja yang dimainkan, lagu yang dihasilkan akan menghasilkan mood2 yang berbeda pula. musisi2 senantiasa bereksperimen dengan kombinasi2 antara bass dan drum ini.
Bass yang dimainkan di track the one oleh malik adalah tipe bass playing yang groovy, yang kerap mengiringi permainan2 drum yang funky juga. Bass seperti ini menghidupi permainan dengan mengimbangi drum - keduanya "bermain-main" di dalam bar yang sudah ada. Seperti drum playingnya, permainan bass disini juga cenderung dengan timing2 yang off-center. Note2 di-attack pada momen2 yang nearly offbeat dan note2 ini bervariasi walau pada chord yang sama. Kesemuanya mengindikasikan spontanitas jazz yang juga diadopsi malik untuk lagu ini, walau tidak mengorbankan nuansa dance-nya yang dihasilkan oleh ritmis dasar yang tetap.
Melodic instrument kedua yang ingin gw angkat adalah gitar. tipe permainan gitar disini termasuk ciri khas permainan gitar jazz. gitaris tidak memainkan keseluruhan note dari chord, hanya nada2 tinggi2nya saja. ditambah juga, gitaris cenderung memainkan gitarnya dengan halus dan cermat, daripada kencang dan ceroboh. walaupun kecil volume permainannya,keberadaan gitar di lagu ini menambah kelengkapan spektrum lagu dan menambah feel soulnya karena mengingatkan akan gaya nile rodgers ketika menggubah permainan gitarnya di chic atau sister sledge.
Melodic instrument ketiga adalah keyboard. Seperti pada lagu2 funk tahun 70′an, sound keyboard yang dipilih berikut permainannya bs dikatakan vintage. bunyi2an synth space age dengan modulation adalah pemakaian sound yang kerap dipakai di music2 funk di era demikian. Penyebabnya mungkin karena di era tersebutlah, jaman space travel baru saja dimulai dan film sains fiksi angkasa luar seperti star wars, space oddysey, dan star trek meraja lela. sound keyboard ini cukup menjadi elemen melodik yang menjadi simbolisasi era vintage lagu ini dan memberi nuansa classic funk yang memang cocok dengan permainan drum dan bassnya.
Melodic instrument terakhir adalah trumpet yang muncul di bridge dan di coda lagu. trumpet yang dimainkan oleh amar ini berkontribusi sangat besar dalam memberikan sisi sensual, romantisme, dan manerisme pada lagu. kontribusi pada sisi2 seperti ini mendukung vokal dan backing vocal dalam menciptakan suasana yang soulful mendukung ketimbang drum, bass, dan keyboard yang lebih mengarah dalam penciptaan nuansa yang funky dan dancey.
Sekarang jika setiap elemen2 lagu ini dirangkum dan dikelompokkan pada posisinya masing2 menurut stereotip genre2 yang ada, kita mendapatkan dua genre besar yang saling bercampur, yaitu "soul" dan "funk" (gw beri tanda kutip disini karena soul dan funk yang dimaksudkan disini bukan dalam pengertian sebagai soul dan funk di zaman ketika istilah ini dilahirkan, tetapi lebih kepada produk2 evolusi baru dari soul dan funk yang, walaupun berevolusi, memiliki kesamaan esensi dengan soul dan funk yang orisinil di zaman dulu - ketulusan dan teknik vokal pada soul, dan spontanitas, improvisasi (jazzy) dan karakter dance pada funk). dari leluhurnya sebenarnya kedua genre ini memiliki kakek yang sama yaitu R&B atau race music (nama umbrella untuk segala musik yang tidak dihasilkan orang kulit putih amerika di awal abad 20). kedekatannya dengan rock n roll pun tidak dapat dipungkiri, sebab rock n roll pun lahir dari R&B. akibatnya ada tali temali historis - begitu juga tali temali nuansa ketika kita mendengarnya - yang menghubungkan soul, funk, R&B dan rock n roll. dalam kasus malik, soul dan funk yang muncul adalah turunan2 terakhir dari genre R&B yang telah terinkorporasi dengan teknologi perekaman dan teknologi produksi canggih berikut style produksi yang slick dan polished. hasilnya, sebuah karya contemporary R&B setradisi dengan soulfulness dari maxwell, terence trent d’arby, george michael, d’angelo, yang juga diwarnai elemen groove dan dance yang menemukan kelompoknya di area acid jazz a la brand new heavies, jamiroquai, drizabone, dan lisa stansfield. benang merah satu lapis lebih dalamnya - walau tidak sedalam sampe ke R&B - yaitu urban, dapat mengasosiasikan malik pada network musisi2 dan sphere of influence yang lebih luas lagi. didalam the one, kita dapat mendengar pengaruh2 tlc, babyface, boyz II men. dari elemen benang merah improvisasi funky-nya, kita dapat mengasosiasi malik dengan earth wind & fire, sade, kool & the gang, dan curtis mayfield.
KESIMPULAN
Aliran yang diusung malik by all means bukanlah sebuah aliran baru. tapi lebih tepat digambarkan sebagai amalgamasi aliran2 lama yang dibentuk dalam kemasan band yang baru. yang bagus dari sini, mungkin baru buat gw secara pribadi, adalah aliran2 lama ini sangat familiar buat gw (bahkan gw sangat suka acid jazz dan contemporary R&B) sehingga cukup mudah buat gw untuk berasosiasi dengan lagu dari bar pertama. dari berasosiasi, gw jadi menyadari beberapa hal seperti: besarnya kadar adopsi musik indonesia terhadap black music amerika seperti yang terjadi seperti malik ini; interpretasi yang semakin baik dari band2 indonesia terhadap genre black music amerika yang terkenal itu; dan, yang tidak kalah penting, sisi negatif dari interpretasi yang terlalu imitatif terhadap musik luar negeri seperti demikian. dari perbincangan dekonstruktif musik malik diatas, gw tidak melihat ada sesuatu yang orisinil dari komposisi malik, terlepas dari lirik dan chord2 dasar lagu tentunya. secara aransemen, sound yang dihasilkan dan mood yang dihasilkan terlalu mirip dengan para genre panutannya (walau gw tidak keberatan secara personal karena gw suka sekali gabungan aliran - acid jazz and contemporary r&b seperti ini). namun buat gw pribadi, untuk benar2 mengesankan (yang mana gw kira malik bs melakukannya), adalah tidak dengan hanya meniru aransemen dan playing style yang sudah ada, namun dengan mencampur playing2 style dari genre2 yang jauh terpisah misalnya (contohnya daft punk, yang menggabungkan electronica dan rock n roll, atau erlend oye yang menggabungkan indie, folk, dan elektronica) atau bahkan, jika bisa, mensintesa genre yang sama sekali baru (walau gw menyadari ini sulit sekali). setidaknya yang paling minimal yang bs mereka lakukan adalah memperkaya khasanah aransemen mereka agar elemen2 lagu seperti yang telah dibahas diatas tidak terpaku pada hanya satu atau dua style saja (misalnya soul dan funk saja). jika diteruskan dengan pemahaman seperti ini, dengan terus berkreasi, sekaligus meningkatkan skill bermain tentunya, malik boleh jadi menjadi suatu band yang benar2 bs membanggakan buat indonesia di masa datang karena dua hal yang sama baiknya - dalam menginterpretasi genre idolanya dan dalam kekreativitasan meramu karya2 yang benar2 unik dan baru.