Meledakkan Kemelakatan (Kompas, Sabtu, 3 Februari 2007)
"Suatu kali ada raja yang telah membangun tidak terhitung jumlah tempat ibadah, datang ke Bodhidharma. Dengan bangga, raja bertanya, saya sudah membangun ratusan tempat ibadah, berapa pahalanya? Tanpa menoleh, Bodhidharma menjawab, "Tidak ada pahala-pahalaan!"
Inilah persoalan kekinian. Berbuat namun melekat. Tentu saja ada pahala karena ini hukum alam. Tetapi, melekat jika tindakan harus diikuti pahala, bertindak membuat pelakunya tidak bebas, kotor dengan ego, salah-salah kecewa. Ini yang diledakkan Bodhidharma dengan: "berbuat, lepas, ikhlas".
"Meledakkan kemelakatan menghasilkan keindahan, layak direnungkan, wajah kebenaran dan kesucian yang mengerikan. Zen sudah meledakkan kemelakatan sebagai inti semua ini. Setelah kemelekatan diledakkan, ternyata oleh keikhlasan dibukakan keindahan. Ini sebabnya orang-orang di jalan ini berbisik, "God is beautiful, that’s why He loves beauty."
GEDE PRAMA
Penulis Sejumlah Buku, Bekerja di Jakarta, Tinggal di Desa Tajun, Bali Utara